Kasih makan ikan dengan meng-klik

Selasa, 20 Maret 2012

Komponen Abiotik Lingkungan


Komponen abiotik lingkungan.
Selain komponen biotic, lingkungan juga terdiri atas komponen abiotik. Komponen abiotik adalah komponen penyusun  lingkungan yang terdiri atas komponen selain mahkluk hidup. Pada lingkungan terjadi interaksi antara sesama komponen biotic maupun antara komponen biotic dengan komponen abiotik. Bahkan kelangsungan hidup dari komponen biotic dapat bergantung pada komponen biotic. Contohnya manusia dan hewan akan selalu membutuhkan oksigen dan air untuk kelngsungan hidupnya.
Beberapa unsur penyusun lingkungan yang bersifat tak hidup,yaitu:
1.   Udara
Salah satu cirri mahkluk hidup adalah bernafas.  Ketika bernafas manusia akan memasukkan udara dari lingkungan dan juga akan melepas udara hasil pernafasan dari dalam tubuh ke lingkungan. Udara yang diperlukan untuk pernafasan adalah berupa gas oksigen, dan karbondioksida adalah gas buang hasil pernafasan yang akan dikeluarkan dari tubuh. Oksigen yang masuk ke dalam tubuh akan digunakan untuk peristiwa oksidasi yang akan menghasilkan energi.
Di dalam udara terkandung bermacam-macam gas. Kandungan gas yang paling banyak terdapat di udara adalah nitrogen (78 %), dan oksigen (20 %), sisanya berupa gas lain dalam jumlah yang sedikit.
Selain memerlukan oksigen,tumbuhan juga memerlukan karbondioksida untuk proses fotosintesis. Keberadaan oksigen dan karbondioksida di lingkungan dapat dipertahankan melalui peristiwa siklus oksigen dan karbondioksida.
Selain gan yang terdapat pada udara, kehidupan organisme juga dipengaruhi oleh kondisi udara, seperti suhu udara, kelembapan udara, dan kecepatan angin.  Jenis organisme yang mendiami suatu lingkungan biasanya dipengaruhi oleh kondisi udara pada lingkungan tersebut.
2.   Air
. Air merupakan komponen abiotik yang sangat penting bagi kehidupan. Tanpa air mahkluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup. Bagian bumi tempat ditemukanya air disebut hidrosfer. Hampir 2/3 bagian luas permukaan bumi ditutupi oleh air. Cadangan air terbesar di  bumi adalah berupa air laut, danau, dan sungai. Air selalu tersedia di alam karena air mengalami siklus atau perputaran  sehingga di alam tidak ada air yang  terbuang
Manfaat air dalam kehidupan.
Semua makhluk hidup membutuh kan air untuk kelangsungan  hidupnya.bagi manusia,selain untuk mandi dan mencuci,air juga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.air yang kita konsumsi dan masuk ke dalam tubuh kita akan digunakan sebagai pelarut dalam proses metabolism tubuh , penjaga keseimbangan suhu tubuh ,dan sebagai alat transportasi zat dalam tubuh . cairan dalam tubuh dapatkita temukan di dalam darah , pada cairan sel, dan jaringan tubuh.
Bagi tumbuhan , air juga berperan sangat penting . tumbuhantumbuhan menyerap unsure hara dari dalam tanah yang sudah terlarut dalam air. Air yang masuk ke dalam tumbuhan juga digunakan untuk proses penting , misalnya fotosintesis , transportasi,dan metabolism lainya.
Selain manfaat di atas , masih banyak peranan air khusus nya bagi kepentingan manusia . air terdapat di sungai ,bendungan , dan danau dapat digunakan sebagai sarana transportasi , usaha perikanan , pembangkit listrik, dan juga irigasi untuk pertanian.
Factor fisika kimia air
Kehidupan organisasimeyang berada di perairan akan dipengaruhi oleh beberapa factor yg di sebut factor fisika-kimia perairan . factor fisika-kimia perairan juga merupakan factor abiotik linkungan . factor fisika-kimiatersebut antara lain adalah:
a.suhu air.
Seperti halnya udara, di dalam peraiaran juga dapat terjadi perubahan suhu walaupun tidak secepat perubahan suhu udara. Organisme air memiliki toleransi tertentu terhadap suhu perairan. Suhu yang ekstrim akan mempengaruhi kehidupan organisme tersebut.
b. PH air
keanekaragaman organisme  perairan juga dipengaruhi oleh ph air. Perairan yang memiliki ph tinggi (>7) air akan bersifat basa, sedangkan ph rendah (<7) air besifat asam. Pada kondisi tersebut keanekaragaman organismenya lebih rendah dibandingkan dengan perairan yang memiliki ph normal (=7), karena air bersifat netral.
c. tingkat kejenihan.
Dalam perairan biasanya terdapat partikel terlarut. Semakin banyak partikel terlarut maka akan mengurangi tingkat kejernihan air. Kejernihan air berpengaruh pada kualitas air, dan akan berdampak pada organisme yang hidup di dalamnya.
3.   Tanah
Tanah merupakan bagian bumi yang terdiri atas campuran batuan, mineral dan bahan organic. Pembentukan tanah terjadi melalui pelapukan batuan dan penguraian bahan-bahan organic.
Proses pembentukan tanah
Pross pembentukan tanah terjadi secara bertahap dan tidak lepas dari peranan organisme dan iklim. Organisme yang berpengaruh langsung terhadap pembentukan tanah dan tumbuh-tumbuhan, misalnya lumut. Lumut yang tumbuh di batuan adalah contoh proses pembentukan tanah, karena jika lumut kita cabut maka pada bagian yang melekat dengan batu akan terlihat hasil pelapukan batuan yang menyerupai tanah.
Pengaruh iklim dalam pembentukan tanah dapat kita lihat pada daerah hamparan terbuka yang sangat luas. Proses ini terjadi karena pengaruh perbedaan suhu yang sangat extrim pada siang dan malam hari. Pada siang hari suhu sangat tinggi, dan pada malam hari suhunya menjadi sangat rendah. Perbedaan suhu yang sangat extrim dan berlangsung dalam waktu yang sangat lama ini  akan menyebabkan terjadinya pelapukan batuan.
Karena proses pembentukan tanah ini berlangsung sangat lama, maka tanah tampak berlapis-lapis membentuk beberapa horizon. Lapisan tanah ini akan kelihatan apabila kita menggali lubang yang cukup dalam. Lapisan tanah tersebut terbagi menjadi:
·         Horizon O
Horizon O biasanya disebut dengan top soil, berada pada bagian permukaan, merupakan timbunan bahan organic, berwarna gelap, terdiri atas jaringan tumbuhan yang sudah mati.
·         Horizon A
Tanah horizon A berada dibawah horizon O, berupa permukaan tanah mineral yang berwarna gelap atau kehitaman, berstruktur gembur.
·         Horizon B
Horizon B ini berada di bawah horizon A, berstruktur lebih halus dari horizon yang ada di atas atau di bawahnya,berwarna lebih merah, miskin kandungan unsur hara dan bertekstur gumpal.
·         Horizon C
Horizon C berada di bawah Horizon B, merupakan tanhab mineral yang berasal dari batuan yang baru melapuk atau pengendapan tanah alluvial, dengan cii-ciri belum berstruktur, bertekstur kasar, berwarna hampir sama dengan batuan induknya.
Komposisi Tanah
Tanah tersusun oleh berbagai macam komponen, komponen tersebut berada dalam jumlah tertentu. Komponen-komponen yang berada di dalam tanah itu akan membentuk komposisi. Pada umumnya komposisi Tanah terdiri atas: unsur hara,unsur hara berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah, semakin banyak unsur hara, maka tanah akan semakin subur.
Selain itu juga terdapat bahan-bahan mineral, yang berasal dari perombakan bahan-bahan anorganik dan batuan yang terdapat di dalamnya. Mineral ini juga penting untuk memenuhi kebutuhan bagi tumbuh-tumbuhan. Komposisi tanah tersebut sangat dipengaruhi oleh suhu tanah.
Macam-macam Tanah
Macam-macam tanah yang terdapat di bumi banyak sekali, tetapi dalam pembahasan hanya beberapa jenis saja, antara lain:
a.    Tanah Humus
Merupakan tanah yang berasal dari hasil pelapukan atau pembusukan sisa-sisa mahkluk hidup. Tanah ini memiliki kesuburan yang sangat tinggi.


b.    Tanah Vulkanis
Merupakan tanah yang berasal dari material gunung berapi yang keluar ketika terjadi letusan. Tanah ini juga merupakan tanah yang subur Karena banyak mengandung mineral.
c.    Tanah Gambut
Merupakan tanah yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang belum mengalami pelapukan secara sempurna, memiliki tingkat keasaman yang tinggi sehingga menjadi kurang subur.
d.    Tanah Alluvial
Merupakan tanah yang berasal dari proses sedimentasi atau pengendapan. Apabila tedapat banyak zat hara atau mineral pada bahan yang di endapkan maka tanah ini apat menjadi subur.

Manfaat Tanah
Tanah bermanfaat bagi mahkluk hidup,diantaranya adalah berfungsi sebagai tempat hidup atau media tumbuh bagi tanaman dan mikroorganisme, sebagian besar tumbuhan dan mikroorganisme tumbuh dipermukaan tanah. Tanah juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyedia unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Selain itu tanah juga berperan sebagai tempat terjadinya dekomposisi, yaitu proses perombakan sisa-sisa bahan organic ataupun mahkluk hidup yang sudah mati oleh mikroorganisme pengurai. Hasil penguraian itu akan menjdi unsur hara dan makanan bagi mahkluk hidup lainnya seperti tumbuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar